JAKARTA – Mengatasi lonjakan harga pada kenaikan harga energi, pemerintah akhirnya akan mempercepat implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau lebih dikenal dengan B50 pada awal Juli 2026 mendatang. Informasi yang diperoleh dari esdm.go.id memberitakan jika penggunaan B50 akan serentak diimplementasikan bulan Juli 2026. Guna memastikan implementasi B50 tidak ada kendala, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan penggunaan bahan bakar biodiesel B50 pada semua sektor termasuk sektor otomotif sebagai bagian dari langkah strategis menuju ketahanan energi nasional dan transisi energi berkelanjutan.
Disadur dari situs resminya esdm.go.id, Selasa (21/4/2026) lalu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa uji jalan B50 ini dimulai dari uji laboratorium mulai awal tahun 2025. Kemudian dilanjutkan dengan uji penggunaan B50 pada mesin Diesel yang dimulai serentak sejak Desember 2025 di sejumlah sektor pengguna yaitu sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api dan pembangkit, dimana, sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan pada kondisi operasional sehari-hari.
Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B100 untuk campuran 50% (B50) telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, khususnya pada parameter yang dilakukan perbaikan yaitu kadar air, monogliserida dan kestabilan oksidasi sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair, yaitu kadar air menjadi maksimum sebesar 300 ppm dari 320 ppm untuk B40, monogliserida menjadi maksimum 0,47% massa dari 0,5% massa untuk B40, dan kestabilan oksidasi menjadi minimal 900 menit dari minimal 720 menit untuk B40.
Dalam hal ini PT Intecs Teknikatama Industri sebagai perusahaan penyedia produk dan layanan instalasi serta maintenance berkualitas untuk pertambangan dan industri di Indonesia berkontribusi dalam persiapan implementasi rencana pemerintah dalam penggunaan bahan bakar B50 dengan menyediakan BP Filter. Ini merupakan inovasi komponen penyaringan bahan bakar (fuel filter dan water separator) yang dirancang khusus untuk mengantisipasi penggunaan bahan bakar Biosolar B50.
BP Filter memiliki komponen yang berfungsi mencegah penyumbatan, menolak kandungan air dan memperpanjang masa pakai filter hingga 35.000 km. Intecs menyediakan beberapa varian yang terbukti efektif menyaring kontaminan pada bahan bakar B50 untuk sektor otomotif mulai dari tipe WS02-10 & FF03-10 yang ditujukan untuk kendaraan ringan (light vehicle), Seri FR1643 / WS 60-10: Digunakan untuk alat berat dan truk berkapasitas besar seperti unit alat berat hingga Seri WS0755-10: Cocok untuk mesin diesel berperforma hingga 400HP. Semua varian memiliki keunggulan seperti fitur kapasitas penyaringan yang lebih luas dua kali lebih besar dari filter standar. Durability dari hasil pengujian menghasilkan penggunaan yang lebih lama, pemisah air yang terbukti efektif menolak kandungan air yang sering menjadi masalah pada bahan bakar berbasis kelapa sawit. Intecs berpengalaman selama 29 tahun dalam instalasi dan maintenance filter dalam sektor pertambangaan dan juga industri. Pelayanan Intecs lainnya, seperti Klubher Kidney Loop juga turut menjaga performa injektor dengan memelihara dalam mempertahankan kebersihan bahan bakar (fuel cleanliness).
Dengan demikian Intecs berperan dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi domestik yang terbarukan dimasa mendatang. Hal ini berbanding lurus dengan rencana pemerintah yang terus mengambangkan pengembangan B50 dan energi tergantikan guna memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Author: Andhika Adi Kresna
Sumber: ESDM/BPFILTERYoutube/RagamSumber
0 Comments